Jumat, 31 Januari 2014

Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi Pacaran itu Halal di Indonesia


2014 selain menjadi tahun kuda dalam mitologi cina dan tahun perang politik dalam pemilu Indonesia, juga menjadi tahunnya Walimahan di kalangan aktivis kampus. Yap, walimahan... T_T
Oke, 6ua ga akan bahas topik ini karena sudah terlalu banyak ikhwah galau berlabel “jomblogia” yang berulang kali berkisah hal ini di blog mereka! Jomblogia bisa jadi berasal dari kata Jomblo dan Logia (alam), merupakan akronim yang 6ua gunakan untuk menunjukkan bahwa spesies bertipe logia ini memang jomblo karena kehendak alam. Meskipun dari sudut pandang mereka, Jomblogia merupakan gabungan kata Jomblo dan Bahagia untuk menunjukkan betapa bahagianya mereka menjomblo untuk kemuliaan hidup... (:
Terlepas dari judul tulisan ini yang sejatinya hanya menggambarkan seorang anak muda dalam renungnya mengerjakan tugas akhir di sudut ruang senja (sumpah abaikan judulnya, cuma pelampiasan Skripsi broh!), disini 6ua hanya mencoba memberi pandangan terkait pertanyaan yang belakangan ini banyak ditanyakan sahabat-sahabat 6ua, sebuah pertanyaan yang akhirnya sering keluar masuk kaga pake salam ke “istana pikiran” 6ua. Maklum, meskipun masih belum nyicipin disertasi tapi 6ua udah diberi gelar Dr. Cin(t)a... :p

Pacaran itu boleh ga sih Sad? #eaaa

Nih jawaban dari manusia nomor satu di dunia, Rasulullah Muhammda SAW:
“Sesungguhnya jika kepalanya ditusuk jarum dari besi adalah masih lebih baik dari pada menyentuh pada perempuan yang bukan muhrim nya” (HR. Tabrani)
Pacaran itu pilihan, dan sebuah pilihan tiada pernah salah selama diambil bersama konsekuensinya. Pacaran itu halal kok, buat mereka yang berani mengambil konsekuensi seperti yang disebutkan Rasulullah diatas. Pernah ex-murabbi 6ua bercerita tentang seseorang (6ua lupa namanya) yang sepanjang hayatnya tidak menikah karena tidak berhasil menemukan calon istri yang sesuai kriterianya, yakni sepanjang hidup si gadis tidak pernah mengagumi pria lain selain dirinya seorang. Ini memang kisah yang ekstrim, tapi memaknainya membuat 6ua melihat seorang perempuan yang pacaran menjadi tidak bernilai (lagi)... (:



Kita jadinya ga pacaran Ril, tapi buat komitmen aja untuk menjaga satu sama lain.. #hoakcuih

Komitmen apa? HTS maksud Lu?  Jahelah, itu mah alibi bin kedok! HTS itu kaya rokok, kita anggap aman karena belum disertifikasi Haram sama MUI sehingga kelihatan legal tapi begitu ketagihan malah makin terjerumus. Kalau emang mau buat komitmen, kenapa bentuknya ga tunangan aja neng? (:
 “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakan kepada para perempuan yang beriman , agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya..” (QS. An-Nuur: 30-31)
“Buat Aktivis Dakwah kaya kita, TTM (Teman Tapi Mesra) udah yang paling aman dah!” , sempat dalam diskusi dengan seorang sahabat dari Jogja 6ua kasih petuah sakti macam itu. Tapi setelah meresapi hembusan ayat Qur’an diatas, 6ua revisi pemikiran 6ua sebagai berikut à“Buat Aktivis Dakwah kaya kita, TTM (Ta’aruf Tapi Mesra) udah yang paling aman dah!” (:

Terus gimana dong Chad, ntar doi keburu dilamar orang! #tsaah

Jahelah bro, lemah banget Lu jadi laki! Dengerin nih..
“Cin(t)a bukan melemahkan hati, bukan membawa putus asa, bukan menimbulkan tangisan sedan. Tetapi Cin(t)a menghidupkan pengharapan, menguatkan hati dalam perjuangan menempuh onak dan duri penghidupan.” (Hayati hoax)
Dan bacalah ini..
“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). (QS. An-Nuur: 26)
Memang ketakutan terbesar dari para Jomblogiawan adalah hilangnya alasan mereka untuk bertahan dalam penantian mulianya., ketika sosok Jomblogiawati idaman mereka dipinang orang. Tapi mati membujang bukanlah pilihan. Tulisan bang Iwan Fals dalam liriknya bahwa “lelaki bukanlah pilihan” sejatinya menggambarkan bahwa masih banyak Jomblogiawati di lautan sana  yang jauh lebih baik untuk para jomblogia yang setia hatinya. Dan yakinlah akan lirik ini kawan, “dia tanpamu, butiran kentut”! Zehaha..

Seringkali 6ua berpikir bahwa Cin(t)a sejati cuma ada di tiga dunia yakni dunia dongeng, dunia masa lampau, dan dunia SMA. Sementara Cin(t)a di dunia lainnya, termasuk dunia ikhwah, hanyalah ilusi. Dan bisa jadi Cin(t)a itu sendiri ilusi, seperti yang disuratkan Buya Hamka bahwa Cin(t)a yang tak bertemu lah yang seringkali menjadi Cin(t)a abadi. Apapun itu, satu hal yang jelas bagi kita yang ingin memuarakan gelora rasa ini ke lautan ibadah bahwa inilah solusi terbaik yang ditawarkan Tuhan pada kita..
“Barangsiapa diantara kalian memiliki kemampuan untuk menikah, maka (segeralah) menikah. Karena yang demikian itu lebih menjaga pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa. Karena puasa adalah tameng baginya” (Muttafaq ‘Alaihi)
“..tetapi jika kamu bersabar itu lebih baik bagimu. Allah maha pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nisaa: 25)

Oke, itu pandangan 6ua terkait pacaran dan berbagai macam bentuk turunannya. Berbeda dengan Felix Siauw yang senangnya nyuruh orang putus dengan hashtagnya #udahputusinaja , 6ua lebih senang dengan #udahnikahinaja dan selalu mendoakan sahabat-sahabat 6ua yang pacaran (apalagi yang sudah bertahun-tahun) agar dimudahkan untuk segera naik ke pelaminan. Karena prinsip ekonominya, semakin lama hubungan berbentuk pacaran maka hubungan itu akan terasa semakin hambar dan semakin rendah pula derajat kemuliaan keduanya. Dan Pria sejati tak akan pernah membiarkan derajat kemuliaan wanita yang dicin(t)ainya menjadi rendah di mata manusia, apalagi di mata Tuhannya!
Semoga kesabaran terus menyelimuti hati kita, menunggu di mana masanya kita menghadapi dunia ini dengan penuh kesyukuran kelak... (:

 @ichadawawin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar