2014 selain menjadi
tahun kuda dalam mitologi cina dan tahun perang politik dalam pemilu Indonesia,
juga menjadi tahunnya Walimahan di kalangan aktivis kampus. Yap, walimahan...
T_T
Oke, 6ua ga akan bahas
topik ini karena sudah terlalu banyak ikhwah galau berlabel “jomblogia” yang berulang
kali berkisah hal ini di blog mereka! Jomblogia bisa jadi berasal dari kata Jomblo
dan Logia (alam), merupakan akronim yang 6ua gunakan untuk menunjukkan bahwa spesies
bertipe logia ini memang jomblo karena kehendak alam. Meskipun dari sudut
pandang mereka, Jomblogia merupakan gabungan kata Jomblo dan Bahagia untuk
menunjukkan betapa bahagianya mereka menjomblo untuk kemuliaan hidup... (:
Terlepas dari judul
tulisan ini yang sejatinya hanya menggambarkan seorang anak muda dalam
renungnya mengerjakan tugas akhir di sudut ruang senja (sumpah abaikan judulnya,
cuma pelampiasan Skripsi broh!), disini 6ua hanya mencoba memberi pandangan
terkait pertanyaan yang belakangan ini banyak ditanyakan sahabat-sahabat 6ua,
sebuah pertanyaan yang akhirnya sering keluar masuk kaga pake salam ke “istana pikiran”
6ua. Maklum, meskipun masih belum nyicipin disertasi tapi 6ua udah diberi gelar
Dr. Cin(t)a... :p
Pacaran itu boleh ga sih Sad? #eaaa
Nih
jawaban dari manusia nomor satu di dunia, Rasulullah Muhammda SAW:
“Sesungguhnya
jika kepalanya ditusuk jarum dari besi adalah masih lebih baik dari pada
menyentuh pada perempuan yang bukan muhrim nya” (HR.
Tabrani)
Pacaran itu pilihan,
dan sebuah pilihan tiada pernah salah selama diambil bersama konsekuensinya.
Pacaran itu halal kok, buat mereka yang berani mengambil konsekuensi seperti
yang disebutkan Rasulullah diatas. Pernah ex-murabbi 6ua bercerita tentang
seseorang (6ua lupa namanya) yang sepanjang hayatnya tidak menikah karena tidak
berhasil menemukan calon istri yang sesuai kriterianya, yakni sepanjang hidup
si gadis tidak pernah mengagumi pria lain selain dirinya seorang. Ini memang
kisah yang ekstrim, tapi memaknainya membuat 6ua melihat seorang perempuan yang
pacaran menjadi tidak bernilai (lagi)... (:
Kita jadinya ga pacaran Ril, tapi
buat komitmen aja untuk menjaga satu sama lain.. #hoakcuih
Komitmen
apa? HTS maksud Lu? Jahelah, itu mah
alibi bin kedok! HTS itu kaya rokok, kita anggap aman karena belum
disertifikasi Haram sama MUI sehingga kelihatan legal tapi begitu ketagihan
malah makin terjerumus. Kalau emang mau buat komitmen, kenapa bentuknya ga tunangan
aja neng? (:
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,
agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu
lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.
Dan katakan kepada para perempuan yang beriman , agar mereka menjaga
pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan menampakkan perhiasannya
(auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain
kerudung ke dadanya..” (QS. An-Nuur: 30-31)
“Buat Aktivis Dakwah
kaya kita, TTM (Teman Tapi Mesra) udah yang paling aman dah!” , sempat dalam diskusi
dengan seorang sahabat dari Jogja 6ua kasih petuah sakti macam itu. Tapi
setelah meresapi hembusan ayat Qur’an diatas, 6ua revisi pemikiran 6ua sebagai
berikut à“Buat
Aktivis Dakwah kaya kita, TTM (Ta’aruf Tapi Mesra) udah yang paling aman dah!”
(:
Terus gimana dong Chad, ntar doi
keburu dilamar orang! #tsaah
Jahelah bro, lemah
banget Lu jadi laki! Dengerin nih..
“Cin(t)a bukan
melemahkan hati, bukan membawa putus asa, bukan menimbulkan tangisan sedan. Tetapi
Cin(t)a menghidupkan pengharapan, menguatkan hati dalam perjuangan menempuh
onak dan duri penghidupan.” (Hayati hoax)
Dan bacalah ini..
“Perempuan-perempuan
yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk
perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk
laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik
(pula). (QS. An-Nuur: 26)
Memang ketakutan
terbesar dari para Jomblogiawan adalah hilangnya alasan mereka untuk bertahan
dalam penantian mulianya., ketika sosok Jomblogiawati idaman mereka dipinang
orang. Tapi mati membujang bukanlah pilihan. Tulisan bang Iwan Fals dalam
liriknya bahwa “lelaki bukanlah pilihan” sejatinya menggambarkan bahwa masih
banyak Jomblogiawati di lautan sana yang
jauh lebih baik untuk para jomblogia yang setia hatinya. Dan yakinlah akan
lirik ini kawan, “dia tanpamu, butiran kentut”! Zehaha..
Seringkali
6ua berpikir bahwa Cin(t)a sejati cuma ada di tiga dunia yakni dunia
dongeng, dunia masa lampau, dan dunia SMA. Sementara Cin(t)a di dunia
lainnya, termasuk dunia ikhwah, hanyalah ilusi. Dan bisa jadi Cin(t)a
itu sendiri ilusi, seperti yang disuratkan Buya Hamka bahwa Cin(t)a yang
tak bertemu lah yang seringkali menjadi Cin(t)a abadi. Apapun itu, satu
hal yang jelas bagi kita yang ingin memuarakan gelora rasa ini ke
lautan ibadah bahwa inilah solusi terbaik yang ditawarkan Tuhan pada
kita..
“Barangsiapa diantara
kalian memiliki kemampuan untuk menikah, maka (segeralah) menikah. Karena yang
demikian itu lebih menjaga pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan
barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa. Karena puasa adalah
tameng baginya” (Muttafaq ‘Alaihi)
“..tetapi jika kamu
bersabar itu lebih baik bagimu. Allah maha pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nisaa: 25)
Oke, itu pandangan 6ua terkait pacaran dan berbagai macam bentuk
turunannya. Berbeda dengan Felix Siauw yang senangnya nyuruh orang putus dengan
hashtagnya #udahputusinaja , 6ua lebih senang dengan #udahnikahinaja dan selalu
mendoakan sahabat-sahabat 6ua yang pacaran (apalagi yang sudah bertahun-tahun)
agar dimudahkan untuk segera naik ke pelaminan. Karena prinsip ekonominya,
semakin lama hubungan berbentuk pacaran maka hubungan itu akan terasa semakin
hambar dan semakin rendah pula derajat kemuliaan keduanya. Dan Pria sejati tak
akan pernah membiarkan derajat kemuliaan wanita yang dicin(t)ainya menjadi
rendah di mata manusia, apalagi di mata Tuhannya!
Semoga kesabaran terus
menyelimuti hati kita, menunggu di mana masanya kita menghadapi dunia ini
dengan penuh kesyukuran kelak... (:
@ichadawawin
