Dokumen yang nyaris dibocorkan
oleh wikileaks ini adalah dokumen resmi milik FBI, berisi tulisan yang memuat
detil peristiwa Sidang Umum KM yang telah lalu dan konspirasi kemakmuran
didalamnya yang tidak terekspos ke publik. Tulisan yang bahkan hanya diketahui
oleh segelintir pimpinan BEM KM dan seharusnya tidak pernah boleh
dipublikasikan...
32 Desember 2012..
Hari in launching perdana
Sidang Umum 1 yang menayangkan Pelantikan MPM KM, DPM KM, dan Presma-Wapresma
terpilih. Dengan tiket premier ditangan, Gua langkahkan kaki berirama Gangnam
style (plis jangan dibayangin) ke RK. Pinus untuk menyaksikan tayangan tersebut.
Gua sampai di TKP tepat 5 menit
sebelum Sidang Umum 1 dimulai ketika PJS kami saudara Pahmi berbicara didepan
dan tiba-tiba masuklah 3 orang mahasiswa dengan tidak sangat sopan
berteriak-teriak dengan menggunakan thoa dan membawa bendera merah putih
(padahal 17an udah lewat). Mereka yang menamakan diri mereka “Supernuvo” adalah
Alfun, Kausar, dan Rifai. Melihat daki yang menggantung di leher mereka,
sebenarnya Gua ragu kalo mereka adalah model iklan sabun Nuvo (walaupun mengaku
Supernuvo) sebagaimana yang digosipkan. Disana mereka menuntut PJS (Penanggung
jawab seadanya) adalah illegal tidak sah karena tidak ada didalam UUD KM.
Mereka sangat menolak keberadaan PJS yang hanya satu orang meskipun sudah ada
tim yang membantu PJS.
“Kalo PJS hanya satu bagaimana
jika PJS nya kami bedakin?” ucap Alfun.
“Yoman, Kita bawa aja ke
Rengasdengklok biar gada lagi PJSnya” sahut Kausar.
Dua Mahasiswi samping Gua pun
komen meskipun sambil berbisik, sebut saja Mawar dan Melati.
“Dibedakin? Serem ikhh (sambil
nutup mata tapi ngebayangin)” ujar Mawar.
“Rengasdengklok? Lu pikir
Kemerdekaan? -,-“ gumam Melati
Setelah mendengarkan komen
mereka yang ga penting benget (SUMPAH GA PENTING BANGET!), Gua kembali fokus
pada atraksi di depan.
Keadaan kembali tenang berkat
kedipan mata Bapak UKK.Sidang Umum 1 pun dibuka yang dilanjutkan dengan Hymne
Kampus “Baik-Baik Sayang” favorit bapak Rektor Kami Hary Tanosoedibjo. Namun
sesaat setelah dilantukannya Hymne, Sahabat kita Supernuvo kembali
berteriak-teriak (obatnya abis mungkin..). Mereka menuntut agar KM dibekukan.
Ini jelas tidak bisa diterima dengkul Gua. Mau jadi apa Mahasiswa Kampus tanpa
adanya organisasi KM? Yang ada Mahasiswa nantinya jadi pada kunang-kunang =
kuliah nangis-kuliah nangis gara-gara nilai ujian mereka yang selalu bersinergi
membentuk rantai Karbon. :P
Kak Sipit dan Kak Zaenab selaku
Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa terpilih pun maju mengajak Sahabat kita
Supernuvo berdialog. Setelah melalui perundingan yang alot kaya kerupuk di Red
Corner, akhirnya Supernuvo sepakat untuk menyabut tuntutan mereka mengenai
pembekuan KM. Namun menyikapi kecurigaan adanya “suntikan” dana kampanye dari
Suster Keramas, mereka menuntut KM agar menganut sistem kepartaian. Heuh,
ketebak nih mereka Logika Matematikanya pasti D (dongo).
“Katanya ga suka sama suntikan
dana dari Suster Keramas, tapi kenapa sekarang nuntut KM pake sistem
kepartaian?” pikir Gua #minummigren
KM Kampus Kita tidaklah cocok
memakai sistem kepartaian. Hal ini coba disampaikan Kak Sipit dan Kak Zaenab
kepada Sahabat kita Supernova. Namun yang terjadi adalah keadaan kembali
memanas hingga teman-teman yang berdialog didepan nyaris adu kelereng, sampai
tiba-tiba Rifai dari Supernuvo maju kedepan mengambil palu sidang dan
melemparnya ke arah peserta sidang. Untung saja tidak sampai mencederai peserta
sidang. Namun peserta yang duduk dibelakang kemudian berdiri dan berteriak
lantang lantaran kesal terhadap perbuatan Rifai.
“Woy Mas! Hati boleh emosi,
tapi pikir juga dong pake otak! Masa ngelempar segitu kencangnya ga kena?” #plakk
Bapak UKK yang melihat kejadian
ini pun langsung melerai pertunjukan yang terjadi didepan seraya berteriak
“kalian adalah kaum yang berintelek, selesaikan dengan cara baik-baik, jangan
seperti preman, Hidup mahasiswa!” jargon mahasiswa menjadi obat penenang sesaat
disusul kremudian tangis sang bapak UKK. Kami semua terdiam, dalam benak
bertanya apa gerangan yang ditangisi bapak ini.
Setelah tenang, bapak UKK pun
menceritakan kisahnya yang ternyata adalah alumni Kampus ini juga. Beliau
menceritakan bagaimana perjuangan dan aksi mahasiswa ketika zaman orde baru
dulu, dimana kegiatan-kegiatan yang kami lakukan saat ini pada zaman bapak UKK
bisa saja berujung maut. Namun, tidak satupun mahasiswa saat itu gentar. Itu
semua semata karena kecintaan mereka yang begitu besar pada tanah air ini.
Bukan seperti yang kami lakukan saat ini. Kami benar-benar malu Kami malu
sekaligus terharu mendengar kisah Beliau. Gua, Kak Sipit dan Kak Zaenab,
begitupula para personil Supernuvo ikut terisak hingga maskaranya luntur. #eeh
Siang itu semuanya selesai.
Terlepas dari pro-kontra kejadian ini, kami bersyukur atas cambuk pengingat
yang dipecutkan Bapak UKK dan Sahabat kami Supernuvo. Untuk mengenang Semangat
para personil Supernuvo, Kak Sipit mengangkat tiga semangat yang akan Kak Sipit
dan Kak Zaenab bawa di BEM KM 2013 ini yang diambil dari nama Alfun, Kausar dan
Rifai yakni FUN, SHARE, dan FIGHT... :D
Kami adalah MAHASISWA
Tulang punggung Bangsa ini
Inilah hari ego dienyahkan
Guna berkreasi untuk negeri
@ichadawawin
*Cerita ini hanyalah Fakta.
Kesamaan tokoh, alur dan peristiwa hanyalah kesengajaan semata


