Alkisah sedang gandrung nonton random Hunter X Hunter produksi 1999, dan salah satu episode favorit Saya adalah pertandingan antara Gon si tokoh utama versus Hanzo si Ninja botak yang punya "value" super unik menginspirasi yang akan coba Saya share disini ... (:
Episode 28-29 ini bercerita tentang pertandingan antara Gon versus Hanzo, pertandingan yang dijadikan tes terakhir ujian Hunter. Aturan pertandingan sangat sederhana, cukup buat lawan berkata "Aku menyerah" dan dia dinyatakan lulus. Akan tetapi, membuat lawan pingsan tidak dihitung sebagai kemenangan dan jika membunuh lawan dia akan di diskualifikasi. Lawan bertanding ditentukan oleh ketua panitia sekaligus ketua penguji dan DGB Hunter (Dewan Guru Besar :D) berdasarkan rangking setelah menilai potensi yang ditunjukkan peserta selama 4 tes sebelumnya dalam ujian Hunter. Berdasarkan rangking, Gon dan Hanzo dinilai "pantas" berhadapan dalam ujian akhir mereka. Penguji dan peserta lainnya lantas merasa heran bagaimana bisa Gon disejajarkan dengan Hanzo yang secara kekuatan dan skill jauh diatas Gon, dan mereka menilai hasil pertandingan sudah terlihat. Bahkan teman seperjuangan Gon dalam ujian Hunter seperti Killua, Kurapika, dan Leorio pun sependapat bahwa kemungkinan menang Gon kecil meski mereka tetap memberi Gon semangat tulus.
Episode 28-29 ini bercerita tentang pertandingan antara Gon versus Hanzo, pertandingan yang dijadikan tes terakhir ujian Hunter. Aturan pertandingan sangat sederhana, cukup buat lawan berkata "Aku menyerah" dan dia dinyatakan lulus. Akan tetapi, membuat lawan pingsan tidak dihitung sebagai kemenangan dan jika membunuh lawan dia akan di diskualifikasi. Lawan bertanding ditentukan oleh ketua panitia sekaligus ketua penguji dan DGB Hunter (Dewan Guru Besar :D) berdasarkan rangking setelah menilai potensi yang ditunjukkan peserta selama 4 tes sebelumnya dalam ujian Hunter. Berdasarkan rangking, Gon dan Hanzo dinilai "pantas" berhadapan dalam ujian akhir mereka. Penguji dan peserta lainnya lantas merasa heran bagaimana bisa Gon disejajarkan dengan Hanzo yang secara kekuatan dan skill jauh diatas Gon, dan mereka menilai hasil pertandingan sudah terlihat. Bahkan teman seperjuangan Gon dalam ujian Hunter seperti Killua, Kurapika, dan Leorio pun sependapat bahwa kemungkinan menang Gon kecil meski mereka tetap memberi Gon semangat tulus.
Pertandingan pun dimulai, dan sesuai prediksi perbedaan kekuatan dan skill bertarung membuat Gon dihujani pukulan demi pukulan yang melumpuhkan saraf hingga penglihatan dan pendengaran Gon terganggu. Kurang dari semenit Hanzo berhasil membuat Gon tersungkur dan mengunci gerakannya lalu meminta Gon mengeluarkan pernyataan menyerah. Berada pada kondisi demikian, bukannya menyerah Gon justru makin berani menghadapi serangan Hanzo. 3 jam berlalu dan tak sepatah kata menyerah pun keluar dari mulut Gon meski ia dihajar habis habisan hingga juri dan peserta lainnya memalingkan wajah karena tak sanggup melihatnya. Hanzo yang habis kesabarannya pun mengancam akan mematahkan lengan Gon, namun Gon tetap bersikeras tak akan menyerah. Dan.. lengannya pun dipatahkan! Gon menjerit keras. Kurapika dan Leorio yang sedari tadi menahan diri melihat kawannya dipukuli habis habisan kali ini habis kesabaran dan bersiap menolong Gon, namun Juri mengingatkan jika mereka melakukan itu Gon akan di diskualifikasi. Melihat Gon yang tak kunjung menyerah meski lengannya dipatahkan akhirnya Hanzo mengeluarkan sebilah pisau dan mengancam akan memotong kaki Gon agar ia menyerah. Suasana pun mencapai puncak ketegangan, yang kemudian tetiba mencair karena ucapan Gon berikut..
H: Menyerahlah, kau tak punya kesempatan! Menyerah dan kau masih bisa coba di pertandingan selanjutnya! (Seluruh peserta diberi kesempatan terus bertarung hingga 1 yang super sial kalah dan gagal)
G: Tidak! Pertandingan ini bukan tentang siapa yang lebih kuat melainkan tentang siapa yang lebih dulu mengaku kalah!
H: Mungkin kau baru mengerti setelah kakimu kupotong agar kau tidak bisa berdiri lagi. Peringatan terakhir! Tolong katakan "Aku menyerah."!
----------Hening----------
G: Aku menolak! Aku tidak ingin kakiku dipotong. Tapi Aku juga tak mau menyerah. Kenapa kita tidak cari cara lain untuk menyelesaikannya? *emot polos
H: Huh? Hey, kau itu tidak dalam kondisi bisa bernegoisasi! *emot kesel kocak sambil garuk kepala botak
G: ... *muka serius polos
H: Apa kau tak mengerti situasinya hah? Aku benar-benar akan memotong kakimu tahu!
G: Aku mengerti, tapi Aku tetap tidak akan menyerah apapun yang terjadi! Jika kau benar-benar akan memotong kakiku, mungkin Aku akan mati kehabisan darah. Jika Aku mati, kau akan langsung di diskualifikasi bukan? *nanya serius dengan ekspresi polos
H: ... *mulai kesal lagi dengan kepala botak yang keringatan
G: Jika kau potong kakiku, aku akan mati dan kau akan didiskualifikasi. Ini tidak menguntungkan kita berdua tahu, mari cari cara lain oke? :D *ekspresi makin polos
H: ... *cangak
Sontak penguji dan peserta lainnya ikutan cangak dan tidak sedikit yang tersenyum bahkan kagum pada Gon, suasana yang hingga sekian detik lalu sangat tegang ia buat sangat cair dalam sekejap.
"Gon sangat egois." ucap Leorio cangak.
"Gon selalu mampu melakukan sesuatu dengan caranya dan menyeret semua orang disini, termasuk Hanzo, dalam ritmenya." sambung Kurapika tersenyum kagum.
"Padahal kondisi tidak berubah. Gon tidak lebih kuat dari Hanzo dan patah lengannya pun tidak sembuh, namun suasana tegang tadi benar-benar menghilang begitu saja." gumam Killua yang terheran setelah melihat Hisoka si Pesulap Pembunuh mengerikan bahkan tertawa melihat sikap Gon.
"Aku mengerti, inilah alasan Gon mendapatkan peringkat tinggi. Yang membuat Gon mendapatkan penilaian yang tinggi adalah kesan keseluruhan. Di awal kita berpikir Hanzo jauh lebih unggul, namun seiring berjalannya pertandingan Gon buat kita diam tanpa kata dengan tekadnya, bahkan dia buat kita tertawa. Sebagai penguji kita tak boleh memihak, tapi tanpa disadari sedari tadi kita sudah mendukungnya. Dia mampu buat orang di sekelilingnya mendukung dan bahkan mau membantunya, itu kemampuan yang tak bisa dilatih dan tak dimiliki banyak orang. Itulah potensinya." ucap seorang penguji sambil melintir kumis
"Aku mengerti, inilah alasan Gon mendapatkan peringkat tinggi. Yang membuat Gon mendapatkan penilaian yang tinggi adalah kesan keseluruhan. Di awal kita berpikir Hanzo jauh lebih unggul, namun seiring berjalannya pertandingan Gon buat kita diam tanpa kata dengan tekadnya, bahkan dia buat kita tertawa. Sebagai penguji kita tak boleh memihak, tapi tanpa disadari sedari tadi kita sudah mendukungnya. Dia mampu buat orang di sekelilingnya mendukung dan bahkan mau membantunya, itu kemampuan yang tak bisa dilatih dan tak dimiliki banyak orang. Itulah potensinya." ucap seorang penguji sambil melintir kumis
Kembali ke pertandingan, Hanzo yang kekesalannya memuncak akhirnya menodongkan pisaunya ke dahi Gon. Gon terdiam, darah mengalir dari dahinya. Hanzo berkata bahwa jika Gon mati maka tak ada kesempatan kedua sementara meski ia membunuh Gon dan di diskualifikasi, ia masih bisa ikut ujian Hunter tahun depan. Hanzo meneriaki Gon bahwa posisi mereka tak sama, dengan marah bercampur putus asa ia bertanya mengapa Gon tak mau menyerah. Suasana kembali tegang, kali ini Hanzo terlihat siap membunuh Gon dan siap gagal dalam ujian Hunter.
*Bersamaan diputarnya back song super keren yang cuma ada di Hunter X Hunter 1999 :D
"Aku ingin mencari Ayahku, Dia seorang Hunter. Dia mungkin berada jauh diluar sana, tapi Aku yakin akan menemukannya suatu hari nanti. Tapi jika Aku menyerah sekarang, Aku rasa, Aku tak akan pernah bisa bertemu dengannya.. Karena itu, Aku tak akan pernah menyerah!" -Gon-
Quotes yang sungguh jleb untuk Saya yang masih jadi tawanan kampus. (':
Akhir cerita, mendengar jawaban Gon membuat Hanzo menghunus pisaunya untuk membunuh Gon. 5 cm jarak antara pisau dan kepala Gon, sebelum kemudian Hanzo menariknya kembali dan menyatakan menyerah. Yap, Hanzo menyerah karena tak berhasil membuat Gon menyerah! yeah! (moderator: silahkan tepuk tangan :D) Hanzo yang memutuskan menyerah dan berjuang di pertandingan selanjutnya, masih dibuat mumet karena Gon tak terima ia menang dengan cara seperti itu dan meminta Hanzo mencari cara lain untuk menentukan menang-kalah mereka (#plak). Hanzo yang dongkolnya sudah stadium akhir menghajar Gon hingga pingsan agar ia tak protes lagi atas kemenangannya (endingnya unik :D). Killua yang yakin Hanzo punya cara untuk membuat Gon menyerah lantas menghampiri dan bertanya mengapa akhirnya Hanzo memilih menyerah. Semua peserta lain pun ternyata penasaran, Hanzo pun menghela nafas..
"Selama 3 jam kusiksa dia, kupukul habis habisan hingga lengannya kupatahkan namun sorot mata Gon tak sedikit pun menyimpan sinar kebencian seolah dia telah melupakan hal itu. Bisakah kau percaya? Aku jadi benar-benar menyukainya..."
"Selama 3 jam kusiksa dia, kupukul habis habisan hingga lengannya kupatahkan namun sorot mata Gon tak sedikit pun menyimpan sinar kebencian seolah dia telah melupakan hal itu. Bisakah kau percaya? Aku jadi benar-benar menyukainya..."
-To Be Continued-
Itu 2-3 "value" yang ingin sekali Saya share dari episode ini yang terserah mau kamu ambil atau nggak (ambil bayar kalau enggak
tolong dikembaliin #plak :p), silahkan jemput hikmahnya dan transformasi dengan karaktermu sendiri. Mungkin kamu yang dapat lebih banyak hikmahnya? iya kamu! (: *aslinya emot jijai
Sejatinya
sang "Maha Penguji" tidak memberi ujian kehidupan untuk sekedar kita lalui,
namun Dia juga ingin melihat seberapa kuat kita untuk "tidak menyerah"
dan "menjemput hikmah" dalam menjalani prosesi ujian itu sendiri... (:
@ichadawawin (:







